FinishedKesehatan

Apakah Air Memiliki Bau, Rasa, Dan Warna?

Jika air tidak memiliki bau dan rasa, kemungkinan sumbernya berasal dari air keran yang telah memalui proses filtrasi. Jika memiliki bau dan rasa, bisa jadi sumbernya adalah bahan organik dalam air minum yang berasal dari air sumur atau sumber organik lainnya. Bahan ini dapat mempengaruhi rasa dan bau air minum Anda. Air juga akan berbau dan berwarna jika terjadi kerusakan dalam saluran pipa air yang membuat air tercemar. Hal seperti kerusakan dan pencemaran ini harus segera ditangani untuk menghindari masalah kesehatan.

Mengapa ada air yang berbau seperti telur busuk?

Air yang memiliki bau seperti telut busuk biasanya bersumber dari mata air alami (namun jika air keran berbau seperti telur busuk, kemungkinan saluran air Anda tercemar oleh bakteria).Penyebab dari bau tanah dan tidak sedap seperti telur busuk dari air adalah senyawa organik alami yang berasal dari pembusukan organik tanaman di danau, waduk, dan sumber mata air lainnya. Air minum dapat mengandung gas kimia hidrogen sulfida, yang berbau seperti telur busuk. Ini dapat terjadi ketika air bersentuhan dengan bahan organik atau dengan beberapa mineral, seperti pirit. Air yang mengandung hidrogen sulfida dapat memiliki bau yang tidak sedap dan airnya memiliki rasa tidak enak, tetapi umumnya air tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.

Masalah warna, rasa dan bau pada air keran.

Perubahan warna

Jika air keran Anda tiba-tiba berubah warna, apa pun warnanya, itu bisa menunjukkan ada kerusakan pada saluran air, dan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

  • Air berwarna hijau atau biru: Biasanya disebabkan oleh korosi pada pipa tembaga. Jika korosi terjadi, air yang menetes akan meninggalkan noda hijau kebiruan pada permukaan porselen. Logam tertentu yang dapat masuk ke air minum karena korosi, seperti tembaga atau timah, dapat menimbulkan masalah kesehatan.
  • Air berwarna hitam atau coklat tua: Sering disebabkan oleh mangan di dalam air atau sedimen pada pipa.
  • Air berwarna coklat, merah, jingga atau kuning: Biasanya disebabkan oleh karat besi (besi galvanis, baja, atau pipa besi cor).

Perubahan bau dan rasa

  • Bau minyak bumi, bensin, terpentin, bahan bakar, atau bau pelarut: Bau ini jarang terjadi, tetapi berpotensi serius. Jangan gunakan air tersebut. Tangki penyimpanan di bawah tanah yang bocor dapat mencemari sumber air Anda. Segera hubungi perusahaan air minum atau dinas kesehatan setempat.
  • Rasa logam: Besi atau tembaga, dapat merembes ke dalam air dari pipa. Logam seperti seng dan mangan, juga bisa menjadi masalah.
  • Bau klorin, kimia, atau rasa atau bau obat: Menambahkan klorin ke dalam air untuk mengatasi bakteri di saluran air dapat menyebabkan rasa atau bau kuat pada air keran Anda.
  • Bau belerang atau telur busuk: Bakteri yang berkembang biak di saluran pembuangan wastafel dapat menyebabkan bau tidak sedap. Hidrogen sulfida yang terjadi secara alami dalam saluran air Anda juga dapat menyebabkan bau ini.
  • Bau berjamur, apek, bersahaja, berumput, atau amis: Bakteri tumbuh di saluran pembuangan atau dari bahan organik seperti tumbuhan, hewan, atau bakteri yang secara alami terdapat di danau dan waduk pada waktu-waktu tertentu tahun dapat menyebabkan bau.
  • Rasa asin: Kadar natrium, magnesium, atau kalium alami yang tinggi dapat menyebabkan rasa asin. Jika Anda tinggal di daerah pesisir, air laut mungkin merembes ke pasokan air tawar.

Source :



Baca juga : Kenapa Kita Tidak Boleh Meminum Air Laut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *