Kenapa telinga berdengung?
Fenomena telinga berdengung atau dalam istilah medis tinnitus, merupakan fenomena dimana terdapat suara di kepala tanpa sumber eksternal. Bagi kebanyakan orang suara yang terdengar adalah bunyi berdering, sementara bagi yang lain, suara yang terdengar seperti suara siulan, dengungan, kicauan, mendesis, menderu, atau bahkan menjerit. Suara tersebut mungkin terdengar dari satu telinga atau keduanya, dari dalam kepala, atau dari kejauhan.
Hampir setiap orang pernah mengalami tinitus dalam waktu singkat setelah terpapar suara yang sangat keras. Misalnya, menghadiri konser yang bising dapat memicu tinitus berjangka pendek. Jika berlangsung lebih dari enam bulan, itu dikenal sebagai tinitus kronis. Banyak orang khawatir tinnitus adalah tanda bahwa mereka akan tuli atau memiliki masalah medis serius lainnya, tetapi jarang terjadi.
Proses terjadinya telinga berdengun
Gelombang suara berjalan melalui lubang telinga ke telinga bagian tengah dan dalam, di mana sel-sel rambut di bagian koklea membantu mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian berjalan ke korteks pendengaran otak melalui saraf pendengaran. Ketika sel-sel rambut rusak ( karena suara keras atau obat-obatan ototoksik ), sirkuit di otak tidak menerima sinyal yang mereka harapkan. Ini merangsang aktivitas abnormal di neuron, yang menghasilkan ilusi suara, atau tinnitus.
Penyebab Tinnitus
- Terapar suara keras – seperti gergaji mesin dan suara musik yang keras
- Cedera kepala atau gegar otak
- Kotoran telinga yang menumpuk
- Kafein
- Berbagai jenis obat, seperti aspirin, ibuprofen, obat tekanan darah dan beberapa antibiotik
- Penyakit Meniere, suatu kondisi telinga bagian dalam yang kemungkinan berhubungan dengan cairan di telinga bagian dalam.
Baca Juga : Mengenal 6 Benua di Dunia
Source :
